“ Mari Bersahabat Bijak Dengan Bumi”

( Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya selama menjadi penanggung jawab program FRESH di Plan PU Kefamenanu, Periode 2006 – 2009).

Tidak terasa tahun ini adalah tahun ke-41, Hari Bumi diperingati di seluruh dunia, sejak peringatan pertamanya pada tanggal 22 April 1970. Hari Bumi ini diharapkan  tidak hanya diperingati secara seremonial saja, tapi bisa memberikan makna yang lebih bagi kelestarian lingkungan hidup di Indonesia, dengan wujud nyata yang berkesinambungan. Semua orang, semua sector kehidupan, kapan, dimanapun, dengan cara apapun asalkan bijak, diharapkan dapat berkontribusi maksimal terhadap upaya penyelamatan lingkungan hidup di bumi ini. Sesuatu yang sebenarnya perlu dilakukan terus menerus, tanpa menunggu lingkungan menjadi rusak dulu dan sudah memberikan dampak negative yang saat ini kita rasakan. Pemerhati lingkungan yang selama ini sudah banyak berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan, tidaklah sebanding dengan banyaknya orang yang berperan sebagai perusak lingkungan. Bila tahun ini Indonesia ditetapkan sebagai Negara yang mendapatkan penghargaan dari The Goldman Environmental Prize , untuk kesekian kalinya dalam peringatan Hari Bumi, itupun sebenarnya diberikan kepada individual, yang berhasil berkontribusi nyata untuk penyelamatan lingkungan.

Perubahan iklim serta banyaknya bencana yang terjadi saat ini, semuanya adalah ulah kita juga. Kebiasaan melakukan penebangan hutan secara liar, ladang berpindah, membuang sampah pada aliran sungai, penggunaan listrik yang tidak efisien, dan sebagainya beresiko terhadap makin parahnya kerusakan bumiIndonesia.

Kebijakan pemerintah pun belum semuanya berpihak pada upaya penyelamatan lingkungan. Kebijakan pemerintah untuk mengijinkan penambangan mangan, marmer dan bahan galian lainnya, di areal hutan yang seharusnya tetap dilindung, hanya karena lebih berorientasi ke peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) makin memperparah kondisi lingkungan dan habitatnya. Produk hukum tentang penyelamatan lingkungan akhirnya menjadi lembaran kertas yang tidak berharga sama sekali. Penyelesaian masalah penambangan tersebut sepertinya tidak pernah mencapai titik temu antara masyarakat dan pemerintah. Hampir 85 % bencana yang terjadi di Indonesia,  yaitu bencana banjir dan longsor diakibatkan oleh kerusakan hutan [Bakornas Penanggulangan Bencana,2003].

ANAK adalah korban yang paling merasakan dampak bencana kerusakan lingkungan tersebut. Bencana banjir dan tanah longsor menyebabkan anak kehilangan tempat tinggal, kehilangan orang tua, tidak mendapatkan akses pendidikan yang layak, maupun akses kesehatan yang memadai. Banyak pula anak-anak lain yang terancam oleh polusi udara dan pencemaran air, yang bukan saja dapat menyebabkan penyakit tapi juga kematian.

Pemenuhan Hak Anak untuk dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan yang sehat adalah PR (Pekerjaan Rumah) bagi semua pihak. Salah satu cara yang dilakukan Plan Indonesia PU Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, untuk memenuhi hak anak tersebut adalah dengan mendidik anak sejak usia dini untuk mencintai lingkungannya, yang dilakukan lewat Program FRESH. Kegiatan yang telah dilakukan di beberapa SD Pilot SIP-FRESH adalah “ Pendidikan Lingkungan lewat Pengenalan Kebun Sekolah “. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran dan kepedulian anak terhadap lingkungan hidup di sekitarnya, agar kelak dapat menjadi orang yang bijak dalam memperlakukan lingkungannya. Semua teori dan praktek pengenalan lingkungan dan kebun sekolah termasuk manfaat tanaman yang ada di kebun sekolah bagi tumbuh kembang anak, diberikan kepada Guru Muatan Lokal dan anak-anak sekolah.

Belajar Mengenal Lingkungan Lewat Kebun Sekolah

Dengan langsung melibatkan anak berinteraksi dengan alam/lingkungan sekitarnya ditambah dengan metode belajar yang menyenangkan, anak-anak sangat antusias mengikuti pelatihan keterampilan ini. Anak – anak diajar tentang teori dan praktek mulai dari persiapan lahan kebun sekolah, pengolahan tanah, persiapan pupuk kompos, pembuatan pagar, persiapan benih atau bibit tanaman sampai pada penanaman, perawatan, pengendalianhamapenyakit serta panen. Anak-anak juga diajar teknik irigasi tetes sederhana untuk menghemat pemakaian air dengan menggunakan wadah botol plastic bekas/kantung plastic bekas. Penggunaan bahan ramah lingkungan diajarkan termasuk pembuatan pupuk untuk tanaman dari bahan alami seperti sampah yang dapat terurai dan kotoran hewan.

Selain mengenalkan lingkungan kebun sekolah, kita juga senantiasa perlu menyampaikan pada anak tentang pentingnya menggunakan air sesuai kebutuhan, membuang sampah pada tempatnya, memisahkan sampah plastic dan bukan plastic, atau pun menghemat pemakaian listrik di rumah secara efisien. Anak bisa diajar kreatif untuk menggunakan barang bekas di sekitarnya untuk membuat barang bernilai edukasi bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Dengan membekali anak mencintai dan memelihara bumi sejak usia dini maka tongkat estafet yang akan kita serahkan pada mereka nanti, tidak membuat anak kehilangan arah untuk memberlakukan bumi-nya dengan tetap bijak.

Tentu saja untuk mengajak anak dapat bersahabat bijak dengan bumi, harus dimulai dari diri kita sendiri sebagai contoh. Nah…segera mulai dari sekarang, dan ingat…jangan menunda untuk menebarkan ini pada anak-anak dampingan kita yang lain, dimanapun berada…sebelum bumi makin marah…”

” SELAMAT HARI BUMI..” 

Tentang Siti Rahmah

Saat ini saya berada di Kota Soe-Kab Timor Tengah Selatan (TTS),Propinsi NTT. Saya bekerja sebagai Nutrition Project Officer - CMNP (Community Managed Nutrition Project) di LSM International yang memperjuangkan pemenuhan hak-hak anak yaitu Plan International Indonesia. Tulisan yang saya posting dalam Blog pribadi ini adalah tentang pengalaman pribadi juga pandangan saya tentang apa yang sudah dilakukan oleh Plan di wilayah Kab Timor Tengah Utara (TTU) dan Kab Timor Tengah Selatan (TTS). Silahkan mengunjungi blog saya di : zetyrahmah2510.wordpress.com
Pos ini dipublikasikan di categorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s