Posyandu…Milik Siapakah??..

Saat melaksanakan kegiatan Assesment CBNA (Capacity Building Need Assement) untuk melihat kebutuhan peningkatan kapasitas bagi para tenaga kesehatan wilayah dampingan Plan Indonesia Program Unit Soe, yang dikerjasamakan dengan  PDRC-UI tahun lalu, kami bertemu dengan Kepala Desa, Ibu Balita, Ibu Hamil, Ibu Menyusui di masyarakat yang menjadi responden kegiatan. Saya dan teman-teman PDRC-UI sempat tercengang waktu ditanyakan “ Milik siapakah Posyandu ini ?” Jawaban dari responden beragarm ada yang menjawab “ Posyandu milik Dinas Kesehatan, ada yang menjawab miliknya Puskesmas bahkan milik dari Bidan Desa/Kader Posyandu”..

Sepanjang kegiatan-kegiatan yang dilakukan di level Kabupaten dan Kecamatan  setelah kegiatan CBNA, kami berhadapan dengan orang/staf SKPD (selain Dinas Kesehatan) yang masih berpikir sama dengan masyarakat bahwa pengembangan Posyandu hanya wewenang dan perhatian dari Dinas Kesehatan saja. Oh Tuhan ternyata konsep Posyandu dari,oleh,untuk dan bersama masyarakat belum begitu dipahami oleh masyarakat di luar sector Kesehatan.

Oleh karenanya, sejak dimulainya pembentukan Pokjanal Posyandu Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang diinisiasi oleh Plan Indonesia PU Soe lewat Program CMNP (Community Managed Nutrition Project), yaitu sebagai wadah koordinasi dari semua lintas sector, lintas program yang berkaitan dengan Posyandu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr.Yuliana Butu mengatakan kalau bisa dalam kegiatan Pokjanal Posyandu, peran Dinas Kesehatan cukup dibelakang layar saja, agar semua SKPD diluar Dinas Kesehatan juga aware terhadap perkembangan Posyandu, dan tidak melempar semua kasus kesehatan ke pihak Dinas Kesehatan sendiri.

Selama ini apa yang diimpikan Kadinkes TTS tersebut, perlahan terlihat berhasil, dimana orang/SKPD yang tergabung dalam wadah Pokjanal Posyandu, sudah dapat memahami bahwa mereka pun punya peranan penting dalam pengembangan posyandu TTS ke depannya.. 

Kalau melihat sejarah pengembangan posyandu di TTS, posyandu selama ini memang dipandang sebagai milik dari kelompok ibu-ibu saja yaitu ibu hamil, ibu menyusui dan ibu balita. Bapak adalah kelompok yang sangat jarang bahkan tidak pernah hadir dalam kegiatan posyandu. Apapun yang menyangkut perkembangan posyandu, semuanya diserahkan pada ibu-ibu dengan didampingi bidan desa untuk penyelesaiannya. Peran pemerintahan desa juga sangat tidak berarti, untuk mendukung kegiatan posyandu baik dalam mobilisasi masyarakat maupun pembuatan “regulasi” pengembangan posyandu di desanya masing-masing. Padahal kalau semua orang,semua sector dan semua program bersatu dan berkoordinasi dengan baik, semua masalah yang dihadapi untuk tumbuh kembang generasi TTS yang lebih baik akan maksimal kita dapatkan, karena titik awal tumbuh kembang anak yang optimal berawal dari Posyandu.

Untuk menjembatani semua permasalahan kesehatan terhadap tumbuh kembang anak, serta pengembangan posyandu ke depannya, maka wadah Pokjanal Posyandu harus berada juga di tingkat Kecamatan (Pokjanal Posyandu Kecamatan) dan di tingkat Desa/Kelurahan ( Pokja Posyandu Desa/Kelurahan). Plan Indonesia PU Soe pun menginisiasi adanya Dokumen Rencana Strategis Pokjanal Posyandu Kabupaten TTS yang berlaku 2010-2014 sebagai panduan pelaksanaan Pokjanal Posyandu ke depannya.

Pokjanal/Pokja Posyandu terbentuk, diharapkan dapat berfungsi sebagai penyalur aspirasi masyarakat, melaksanakan koordinasi program, mengembangkan kemitraan posyandu, menyiapkan data dan informasi , menganalisa masalah dan kebutuhan intervensi program serta mengupayakan pendanaan untuk mendukung posyandu.

Selama bulan Oktober 2010 sampai dengan Maret 2011, sudah 6 kecamatan dampingan Plan PU Soe yang dibentuk, ditambah 7 kecamatan non dampingan Plan PU Soe yang didanai oleh Pemerintah. Di tingkat desa sudah 15 Pokja Posyandu Desa di desa dampingan Plan PU Soe yang dibentuk. Semua pengurus Pokjanal Posyandu Kecamatan terdiri dari Pihak Kecamatan, Pihak Puskesmas, PLKB, PPL Pertanian,Peternakan, PPO Kecamatan, Toma, Toga, Toda, TP PKK Kecamatan, dan lintas sector lain sesuai situasi dan kodisi yang ada. Begitupun juga di tingkat Pokja Posyandu Desa/Kelurahan, yang terdiri dari unsure Pemerintahan Desa, TP PKK Desa, Bidan Desa, PPL, dan lainya sesuai kebutuhan masyarakat.

Dalam proses pembentukan Pokjanal Posyandu Tingkat Kecamatan yang telah dilakukan tersebut, akhirnya penyadaran bahwa Posyandu adalah milik dari semua orang, semua lintas sector, semua program, muncul dalam diri tiap pribadi maupun jabatan yang hadir saat kegiatan tersebut. Beberapa pejabat Kecamatan dampingan Plan Soe mengatakan “ Kami baru sadar setelah mengikuti Sosialisasi sekaligus Pembentukan Pokjanal Posyandu ini, ternyata kami juga punya kewajiban untuk masuk dan mengembangkan posyandu sehingga menjadi lebih baik serta menyumbang pada penurunan AKI dan AKB di kecamatan, khususnya Kabupaten TTS. Selama ini kami salah berpikir bahwa semua masalah Diare,Gizi Buruk,dll hanya wewenang petugas Puskesmas dan Bidan Desa yang menyelesaikannya. Terima kasih Plan PU Soe bersama Pokjanal Posyandu Kabupaten telah memfasilitasi membangun kesadaran ini pada kami di Kecamatan dan Desa-desa.”

Semua tahu kalau ujung tombak posyandu adalah  Kader Posyandu, yang merupakan sukarelawan desa yang benar-benar fokus mengabdi berpuluh tahun tanpa dibayar. Saat pembentukan Pokjanal Posyandu Kecamatan Mollo Selatan, Ibu Frederika Kese Meko, Ketua kader posyandu Desa Biloto, mengatakan ” Ada banyak hal yang bisa dilakukan di Posyandu untuk PMA atau Penanaman Modal Akherat, termasuk bekerja sukarela tanpa dibayar, asalkan anak desa Biloto tumbuh sehat dan cerdas”. Semua peserta tertawa saat mendengar pernyataan ini. Mama Kese menceritakan, saat semua masyarakat difasilitasi Plan PU Soe dan Pokjanal Posyandu pada bulan April 2010 lalu, level Posyandu Siso yang dikelolanya, saat itu adalah level Pratama, namun dalam 4 bulan setelah itu, posyandu Siso akhirnya sudah bisa sampai  ke level Madya dan setelah sukses menjalankan kegiatan Pos Gizi dengan Pendekatan Positive Deviance /PD saat ini sudah dipersiapkan untuk mengikuti Lomba Posyandu Purnama. Dengan bantuan Plan, sudah banyak kegiatan tambahan yang dilakukan oleh Posyandunya dan memberikan banyak manfaat bagi anak dan keluarga.

Pak Thimotius Benu, anggota Pokjanal Posyandu Kabupaten TTS, mengingatkan bahwa salah satu yang harus dihindari dari saat ini oleh kita semua adalah jangan sampai pembentukan Pokjanal Posyandu ini hanya dilihat SK nya untuk penambahan angka kredit pegawai yang berimbas pada gaji. Kita coba selalu bandingkan dengan nol rupiah yang didapat kader posyandu, betapa jauh pengabdian kita dengan kader posyandu. Sudah saatnya semua lintas sektor perlu bergandengan tangan dan melepas ego sektoral masing-masing untuk memadukan pelayanan guna Revitalisasi Posyandu yang lebih baik.

Kekalahan Posyandu Kabupaten TTS di Lomba Posyandu Tingkat Propinsi, NTT pada bulan Agustus 2010 lalu, adalah salah satunya karena Kabupaten TTS tidak memiliki Pokjanal Posyandu Kecamatan dan Pokja Posyandu Desa. Kalau saja Kabupaten TTS telah mengakomodir ini sejak lama, pastinya kita bisa bersaing dengan Kabupaten lainnya.

Oleh karena itu saya rasa kita semua setuju untuk segera lebih maksimal memperhatikan posyandu dengan berbagai kegiatan dasar atau tambahannya demi masa depan anak TTS yang lebih berkualitas.

Kalau bukan saat ini, kapan lagi? Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan dari tempat ini, dimana lagi?????

Soe, 25 Maret  2011

 

 

About these ads

Tentang Siti Rahmah

Saat ini saya berada di Kota Soe-Kab Timor Tengah Selatan (TTS),Propinsi NTT. Saya bekerja sebagai Nutrition Project Officer - CMNP (Community Managed Nutrition Project) di LSM International yang memperjuangkan pemenuhan hak-hak anak yaitu Plan International Indonesia. Tulisan yang saya posting dalam Blog pribadi ini adalah tentang pengalaman pribadi juga pandangan saya tentang apa yang sudah dilakukan oleh Plan di wilayah Kab Timor Tengah Utara (TTU) dan Kab Timor Tengah Selatan (TTS). Silahkan mengunjungi blog saya di : zetyrahmah2510.wordpress.com
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di categorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s